Dosen Polinela Uji Bahan Bioaktif Kerang Hijau untuk Tingkatkan Efisiensi Pakan Udang Vaname.

Oct 5, 2026 - 23:10
 0  4
Dosen Polinela Uji Bahan Bioaktif Kerang Hijau untuk Tingkatkan Efisiensi Pakan Udang Vaname.

MediaKompass.id, Bandar Lampung -Tim dosen Jurusan Perikanan dan Kelautan, Politeknik Negeri Lampung (Polinela), menguji pemanfaatan hormon steroid alami dari kerang hijau sebagai bahan fortifikasi pakan udang vaname di Keramba Jaring Apung (KJA) Polifish, Teluk Hurun, Lampung. Penelitian yang didanai DIPA Polinela Tahun 2026 skema Penelitian Dosen Pemula ini mengusung judul “Fortifikasi Bahan Bioaktif Berupa Hormon Steroid yang Terkandung dalam Kerang Hijau sebagai Upaya Meningkatkan Efisiensi Nutrisi Udang Vaname (Litopenaeus vannamei).” Penelitian diketuai oleh Nadisa Theresia Putri, S.Pi., M.Si., dengan anggota tim Qorie Astria, S.Pi., M.Si., Linuwih Aluh Prastiti, S.Pi., M.Si., Rio Yusufi Subhan, S.Pi., M.Si., dan Rizka Helisia Putri, S.Pi., M.Si.

Pakan merupakan penyumbang terbesar biaya produksi udang vaname, sementara penyerapan nutrisi cenderung menurun pada fase molting. Hormon steroid dari kerang hijau (Perna viridis) dipilih karena berperan sebagai prekursor hormon molting atau ecdysteroid, sekaligus memanfaatkan biomassa pesisir yang kerap terbuang sebagai limbah. Kerang hijau dikumpulkan dari Lempasing pada 9 Juli 2026, lalu diekstrak dengan metode maserasi pelarut metanol dan n-heksana di Laboratorium Smart Food Security Polinela. Ekstrak difortifikasi ke pakan pelet dengan teknik coating metode spray. Pengujian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan, yaitu perlakuan A sebagai kontrol serta perlakuan B, C, dan D dengan dosis bertingkat. Udang ditebar pada 22 Juli 2026 dan disampling setiap tujuh hari. Selama 28 hari pemeliharaan, pertambahan bobot tertinggi tercatat pada perlakuan B sebesar 4,7 gram dari bobot awal 8,9 gram dan berbeda nyata dibandingkan perlakuan lainnya. Laju pertumbuhan harian perlakuan B mencapai 0,318 gram per hari, diikuti perlakuan D 0,29 gram, perlakuan C 0,25 gram, dan kontrol 0,21 gram per hari. Rasio konversi pakan perlakuan B tercatat 1,55 dengan efisiensi penggunaan pakan 64,7 persen, sedangkan kontrol mencatat rasio tertinggi 2,20.

Ketua tim penelitian, Nadisa Theresia Putri, menjelaskan bahwa hasil sementara tersebut mengindikasikan pengaruh penambahan ekstrak kerang hijau terhadap performa pertumbuhan udang. “Penambahan ekstrak kerang hijau pada dosis perlakuan B memberikan respons pertumbuhan dan efisiensi pakan yang lebih baik. Temuan ini akan kami lengkapi dengan hasil uji histopatologi usus,” jelasnya. Kualitas air selama penelitian berada pada kisaran sesuai SNI, dengan suhu 29,8–30,8 derajat Celsius, salinitas 30,8–31,7 ppt, dan oksigen terlarut 3,5–5,1 ppm.

Tim telah mengikuti Seminar Nasional SIPTEKTERA pada 29 Agustus 2026, sementara artikel jurnal terakreditasi SINTA dan video diseminasi masih dalam penyusunan. Tahap selanjutnya berupa penyelesaian analisis laboratorium, pengolahan data, dan penyusunan laporan akhir sebagai bagian dari upaya Polinela mendorong riset terapan perikanan berbasis sumber daya lokal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0