Ziarah ke TMP Tanjung Karang, PSI Bandar Lampung Tanamkan Semangat Juang Generasi Muda
Mediakompss.id
BANDAR LAMPUNG – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, jajaran Pengurus DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Bandar Lampung bersama seluruh pengurus DPC dan perwakilan DPRt PSI Kota Bandar Lampung melaksanakan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Tanjung Karang, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar PSI Kota Bandar Lampung untuk mengenang sekaligus menghormati jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.
Ketua DPD PSI Kota Bandar Lampung, Randy Adytia GG, S.H., mengatakan ziarah ke makam pahlawan bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus pengingat bagi generasi penerus agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
“Ini bukan cuma seremonial. Ini tentang bagaimana kita menghargai jasa para pahlawan, mengenang perjuangan mereka, sekaligus menjaga agar semangat perjuangan itu tetap hidup dalam diri kita sebagai generasi penerus bangsa,” ujar Randy.
Ia menegaskan, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kerja nyata dan pengabdian kepada masyarakat, bukan hanya diperingati setiap bulan Agustus.
“Anak muda hari ini bukan hanya pewaris kemerdekaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan para pahlawan. Kalau dulu para pahlawan berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka tugas kita hari ini adalah mengisi kemerdekaan dengan kerja, pengabdian dan perjuangan untuk membangun Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris DPD PSI Kota Bandar Lampung, Johan Alamsyah, S.E., mengatakan bentuk perjuangan generasi muda saat ini berbeda dengan perjuangan para pahlawan di masa lalu.
Menurut Johan, generasi muda memiliki tanggung jawab untuk turut membangun bangsa, meningkatkan kesejahteraan rakyat, menciptakan keadilan, serta memastikan kemerdekaan dapat dirasakan seluruh masyarakat Indonesia.
“Perjuangan hari ini adalah bagaimana kita membangun dan menyejahterakan rakyat, memakmurkan rakyat, menciptakan keadilan, serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat, rakyat Indonesia,” kata Johan.
Johan juga mengaitkan semangat perjuangan tersebut dengan gagasan Tan Malaka yang, menurutnya, menempatkan kemerdekaan dan kemajuan bangsa sebagai bagian dari perjuangan panjang yang membutuhkan keberanian, pemikiran kritis dan tindakan nyata.
“Semangat Tan Malaka mengajarkan bahwa kemerdekaan bukan akhir dari perjuangan. Setelah Indonesia merdeka, masih ada perjuangan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, menghapus kemiskinan, melawan ketidakadilan dan membangun kedaulatan rakyat. Semangat itu harus terus hidup di kalangan anak muda Indonesia,” ujarnya.
Ia berharap generasi muda tidak hanya menjadi penikmat hasil perjuangan para pahlawan, tetapi mampu mengambil peran dalam pembangunan dan memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
“Jangan sampai kita hanya bangga menjadi generasi penikmat hasil perjuangan para pahlawan. Kita harus menjadi generasi yang mampu meninggalkan sesuatu yang lebih baik bagi generasi setelah kita, selalu menjaga persatuan, menjaga kedaulatan negara, dan harus tetap kritis,” tegas Johan.
Ziarah dan tabur bunga tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari pengorbanan besar para pejuang. Karena itu, nilai perjuangan, persatuan, keberanian dan pengabdian dinilai perlu terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Semangat muda, semangat berjuang, semangat Indonesia. Kita hormati para pahlawan dengan cara meneruskan perjuangannya melalui kerja nyata untuk rakyat dan bangsa,” pungkas Randy.
(Red)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0