Mengenal Gus Kikin, Ketum PBNU 2026–2031 yang Punya Kiprah di Sektor Migas

Sep 1, 2026 - 21:54
 0  18
Mengenal Gus Kikin, Ketum PBNU 2026–2031 yang Punya Kiprah di Sektor Migas

JAKARTA, 1 September 2026 — KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk periode 2026–2031. Penetapan tersebut membuat sosok Gus Kikin kembali menjadi perhatian, termasuk kiprahnya di luar organisasi keagamaan, khususnya di sektor minyak dan gas bumi (migas).

Gus Kikin dikenal sebagai salah satu tokoh Nahdlatul Ulama yang memiliki latar belakang pesantren sekaligus pengalaman di dunia usaha. Salah satu sektor yang dikaitkan dengan kiprahnya adalah industri hulu migas.

Nama Gus Kikin disebut memiliki keterkaitan dengan PT Energi Mineral Langgeng (EML), perusahaan yang menjalankan kegiatan sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pada Wilayah Kerja (WK) South East Madura Block.

Wilayah kerja tersebut berada di kawasan Jawa Timur dan mencakup wilayah Kabupaten Sumenep serta area sekitarnya. Dalam pengelolaannya, kegiatan hulu migas meliputi eksplorasi, pemboran, pengembangan lapangan hingga produksi.

Sejumlah kegiatan eksplorasi juga pernah dilakukan di wilayah Kabupaten Sumenep. Salah satunya berupa pemboran sumur eksplorasi di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi.

South East Madura Block sendiri menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi sumber daya migas. Berbagai kegiatan eksplorasi dan pengembangan dilakukan untuk mengetahui sekaligus mengoptimalkan potensi cadangan yang terdapat di wilayah kerja tersebut.

Kiprah di sektor energi itu menjadi bagian lain dari perjalanan Gus Kikin di luar aktivitasnya sebagai tokoh Nahdlatul Ulama.

Kini, setelah dipercaya memimpin PBNU untuk periode lima tahun ke depan, perhatian publik tertuju pada bagaimana Gus Kikin menjalankan amanah tersebut di tengah berbagai tantangan organisasi.

Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin akan berhadapan dengan agenda besar organisasi, mulai dari penguatan kelembagaan, pendidikan, ekonomi umat hingga pengembangan sumber daya manusia.

Latar belakangnya di dunia usaha, termasuk pengalaman yang dikaitkan dengan sektor energi, juga menjadi salah satu aspek yang menarik untuk melihat gaya kepemimpinannya di PBNU.

Dengan posisi baru tersebut, Gus Kikin kini berada pada persimpangan dua dunia yang memiliki karakter berbeda: kepemimpinan organisasi keagamaan dengan basis massa yang besar dan pengalaman di sektor bisnis strategis.

Publik pun akan menanti bagaimana pengalaman tersebut diterjemahkan dalam kepemimpinannya membawa PBNU selama periode 2026–2031.

Rilis red.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0