Dukung K3 Laboratorium, PLP Polinela Kembangkan Lemari Asam Portabel ECO-FUME HOOD

Sep 22, 2026 - 17:18
Sep 22, 2026 - 18:58
 0  11
Dukung K3 Laboratorium, PLP Polinela Kembangkan Lemari Asam Portabel ECO-FUME HOOD

Mediakompass.id.

BANDAR LAMPUNG — Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mengembangkan inovasi lemari asam portabel bernama ECO-FUME HOOD sebagai upaya mendukung penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di lingkungan laboratorium.

Inovasi tersebut dikembangkan melalui penelitian berjudul “ECO-FUME HOOD: Inovasi Lemari Asam Portabel Ekonomis Berbasis Filtrasi Karbon Aktif untuk Peningkatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Laboratorium.”

Penelitian ini diketuai Nita Pita Sari, S.T., dengan anggota peneliti Andika Wahyu Purnama, S.T. dan Dwi Ferdiana, S.T. Tim peneliti berasal dari Laboratorium Teknologi Rekayasa Kimia Industri dan Mekanisasi Pertanian Politeknik Negeri Lampung.

Pengembangan ECO-FUME HOOD dilatarbelakangi kebutuhan akan perangkat pengendalian paparan yang dapat digunakan secara fleksibel dalam kegiatan praktikum maupun penelitian yang melibatkan bahan kimia.

Aktivitas di laboratorium kimia dapat menghasilkan uap, gas, aerosol, maupun kontaminan udara lainnya. Kondisi tersebut membutuhkan pengendalian teknis untuk membantu mengurangi potensi paparan terhadap pengguna laboratorium.

Salah satu perangkat yang umum digunakan untuk pengendalian paparan tersebut adalah lemari asam atau fume hood. Namun, lemari asam konvensional umumnya berukuran relatif besar dan membutuhkan biaya pengadaan serta instalasi yang cukup tinggi. Beberapa jenis juga memerlukan sistem saluran pembuangan udara (ducting) menuju luar bangunan.

Kondisi tersebut mendorong tim PLP Polinela mengembangkan ECO-FUME HOOD dengan konsep portabel, ekonomis, dan menggunakan sistem filtrasi karbon aktif.

Ketua peneliti Nita Pita Sari mengatakan, ECO-FUME HOOD dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan laboratorium pendidikan yang membutuhkan perangkat pengendalian paparan secara fleksibel.

“ECO-FUME HOOD dikembangkan sebagai alternatif lemari asam yang dapat digunakan secara fleksibel sesuai kebutuhan kegiatan laboratorium. Konsep portabel juga menjadi bagian penting agar alat dapat dipindahkan dan digunakan pada lokasi yang berbeda,” ujar Nita.

Prototipe ECO-FUME HOOD dilengkapi ruang kerja, blower, saluran udara, kolam filter, serta media karbon aktif. Udara dari ruang kerja diarahkan menuju sistem penghisapan menggunakan blower dan selanjutnya melewati media karbon aktif.

Karbon aktif dipilih karena memiliki struktur berpori dan kemampuan adsorpsi terhadap senyawa tertentu. Meski demikian, penggunaan karbon aktif tetap perlu disesuaikan dengan karakteristik bahan kimia dan jenis kontaminan yang dihasilkan.

Prototipe yang dikembangkan memiliki bukaan depan sekitar 60 × 60 sentimeter, dilengkapi roda untuk memudahkan mobilitas, serta menggunakan blower dengan kapasitas nominal sekitar 600 meter kubik per jam.

Melalui Sejumlah Tahapan Pengembangan

Pengembangan ECO-FUME HOOD dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari perumusan spesifikasi teknis, desain alat, pemilihan material, fabrikasi, pemasangan sistem ventilasi dan filtrasi, hingga pengujian kinerja.

Pengujian dilakukan untuk mengetahui fungsi sistem penghisapan dan karakteristik aliran udara pada ruang kerja. Beberapa parameter yang menjadi perhatian antara lain kecepatan udara pada bukaan depan, kestabilan blower, serta kondisi sistem filtrasi.

Selain aspek teknis, desain alat juga mempertimbangkan kemudahan pengoperasian dan pemeliharaan. Rumah filter dirancang agar media karbon aktif dapat diperiksa dan diganti secara berkala.

Tim peneliti menekankan bahwa pemeliharaan filter merupakan bagian penting dalam pengoperasian ECO-FUME HOOD. Media karbon aktif memiliki kapasitas adsorpsi yang terbatas sehingga kemampuan penyerapannya dapat menurun setelah digunakan dalam periode tertentu.

Berpeluang Dikembangkan dengan Sensor

ECO-FUME HOOD masih memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut. Salah satunya melalui integrasi sensor dan mikrokontroler untuk memantau kondisi operasi alat secara real time.

Sensor dapat dikembangkan untuk memonitor sejumlah parameter, seperti kecepatan udara, suhu, kelembapan, maupun kondisi blower. Sistem tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemantauan sekaligus membantu pengoperasian alat.

Penelitian lanjutan juga dapat diarahkan untuk mengetahui kapasitas adsorpsi karbon aktif terhadap jenis kontaminan tertentu serta menentukan umur pakai media filter berdasarkan karakteristik bahan kimia dan kondisi operasi.

Melalui inovasi ini, tim PLP Politeknik Negeri Lampung berupaya menghadirkan teknologi tepat guna yang dapat mendukung fasilitas keselamatan laboratorium.

ECO-FUME HOOD diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif perangkat pengendalian paparan yang fleksibel untuk mendukung kegiatan praktikum dan penelitian di lingkungan laboratorium pendidikan.

Pengembangan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi Pranata Laboratorium Pendidikan Politeknik Negeri Lampung dalam menghasilkan inovasi yang tidak hanya mendukung operasional laboratorium, tetapi juga memperkuat penerapan kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan pendidikan vokasi.

(Red mediakompass.id)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0