Santri Entrepreneur Indonesia Latih Bina Cendekia Luhur, Ubah Gawai Jadi Modal Bisnis Properti
Mediakompass.id
BANDAR LAMPUNG, 23 September 2026 — Pondok Pesantren Entrepreneur Indonesia terus mendorong lahirnya generasi muda yang mandiri secara ekonomi. Melalui komunitas santri mandiri di bidang pemasaran properti, MACO (Marketing Community), para santri menggelar program pengabdian masyarakat dengan memberikan pelatihan bisnis properti kepada lembaga Bina Cendekia Luhur, Bandar Lampung.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa malam, 22 September 2026, tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Santri Entrepreneur Indonesia, Muhammad Rafi Thoriq Akbar, bersama jajaran timnya.
Pelatihan yang mengusung tema “Dari Genggaman HP ke Bisnis Properti” itu membekali para peserta dengan wawasan dan strategi memanfaatkan smartphone sebagai sarana membangun peluang usaha di sektor properti.
Di hadapan peserta, Rafi menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital memberikan kesempatan luas bagi generasi muda untuk terlibat dalam dunia bisnis tanpa harus memiliki modal besar di awal.
“Gawai yang setiap hari kita gunakan sebenarnya bisa menjadi alat produktif untuk membangun bisnis. Yang terpenting adalah kemauan untuk belajar, konsisten, dan mampu melihat peluang,” demikian inti materi yang disampaikan dalam pelatihan tersebut.
Kegiatan ini tidak hanya diarahkan pada transfer pengetahuan mengenai pemasaran digital. Kehadiran MACO juga membawa misi membangun kemitraan dengan Bina Cendekia Luhur sebagai bagian dari pengembangan jaringan bisnis properti berbasis komunitas.
Melalui pola kemitraan tersebut, peserta diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat mulai mempraktikkan strategi pemasaran properti dengan memanfaatkan platform digital dan jaringan yang dimiliki.
Dorong Kemandirian Ekonomi Santri
Program pengabdian masyarakat ini menjadi salah satu bentuk komitmen Santri Entrepreneur Indonesia dalam memperluas akses pembelajaran kewirausahaan bagi generasi muda.
Komunitas MACO yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Entrepreneur Indonesia di kawasan Jl. M. Yunus Ujung, Way Kandis, Tanjung Seneng, Bandar Lampung, terus mengembangkan kegiatan yang menggabungkan nilai kepesantrenan dengan keterampilan kewirausahaan.
Pembina Pondok Pesantren Entrepreneur Indonesia, Ir. H. Tri Joko Margono, pada kesempatan tersebut berhalangan hadir secara langsung karena menghadiri agenda peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Sabilul Musthofa, Waru Gunung, Jatimulyo, Lampung Selatan.
Kegiatan di Pondok Pesantren Sabilul Musthofa yang dipimpin KH. Romli Latif tersebut juga dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.
Meski pembina berhalangan hadir, pelaksanaan program pengabdian di Bina Cendekia Luhur tetap berjalan. Tim MACO secara mandiri menyiapkan dan melaksanakan kegiatan pelatihan hingga selesai.
Bangun Ekosistem Bisnis Berbasis Komunitas
Kolaborasi antara MACO dan Bina Cendekia Luhur diharapkan dapat membuka ruang baru bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus terjun ke dunia usaha.
Kemitraan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas di Lampung, khususnya melalui sektor properti yang dipasarkan dengan memanfaatkan teknologi digital.
Dengan semangat kolaborasi, MACO dan Bina Cendekia Luhur berkomitmen membangun jaringan bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mengedepankan nilai kemandirian, kebermanfaatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Santri Entrepreneur Indonesia untuk menunjukkan bahwa santri juga dapat mengambil peran dalam dunia kewirausahaan modern dengan memanfaatkan teknologi yang berada di genggaman.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0