LSM PRO RAKYAT Soroti Minimnya Rambu Proyek Jalan R.E. Martadinata, Desak Gubernur Lampung Bertindak
BANDAR LAMPUNG – LSM PRO RAKYAT menyoroti minimnya rambu peringatan dan pengamanan pada proyek pelebaran Jalan R.E. Martadinata, Teluk Betung, Bandar Lampung, yang menelan anggaran puluhan miliar rupiah.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama dengan adanya besi tulangan yang menonjol di sekitar pekerjaan rigid beton.
Ketua Umum LSM PRO RAKYAT, Aqrobin A.M., bersama Sekretaris Umum Johan Alamsyah, Sabtu (10/10/2026), mendesak Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung segera turun ke lapangan untuk memeriksa keselamatan proyek.
Aqrobin menegaskan, kontraktor harus segera memasang rambu peringatan, pembatas area kerja, lampu peringatan pada malam hari, serta mengamankan besi tulangan yang berpotensi membahayakan pengendara.
“Jangan menunggu jatuh korban dulu baru bertindak. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” tegas Aqrobin.
Sementara itu, Johan Alamsyah mempertanyakan efektivitas pengawasan Dinas BMBK Provinsi Lampung terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Menurutnya, pengawasan tidak boleh hanya berfokus pada progres fisik dan penyerapan anggaran, tetapi juga harus memastikan standar keselamatan diterapkan.
Ia meminta Dinas BMBK mengevaluasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), memeriksa kelengkapan pengamanan, serta menindaklanjuti setiap kekurangan sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.
Johan juga mendesak Gubernur Lampung agar memastikan evaluasi terhadap kinerja perangkat daerah terkait dilakukan secara serius.
“Proyek yang dibangun menggunakan uang rakyat bernilai puluhan miliar rupiah jangan sampai justru membahayakan rakyat. Keselamatan pengguna jalan tidak boleh menunggu sampai terjadi kecelakaan,” tegasnya.
LSM PRO RAKYAT berharap pengawasan segera diperketat dan seluruh potensi bahaya di lokasi
terhadap kinerja perangkat daerah terkait dilakukan secara serius.
“Proyek yang dibangun menggunakan uang rakyat bernilai puluhan miliar rupiah jangan sampai justru membahayakan rakyat. Keselamatan pengguna jalan tidak boleh menunggu sampai terjadi kecelakaan,” tegasnya.
Rilis (Johan sektaris fBR)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0