Dafi Ditemukan Meninggal Dunia, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana Sambangi Rumah Duka
Mediakompass.id
Bandar Lampung – M. Dafi Prayoga (12), bocah yang sebelumnya dilaporkan terbawa arus Sungai Balok, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (10/3). Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Balok, Kelurahan Garuntang, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar pukul 13.30 WIB korban bersama sejumlah rekannya pergi ke Sungai Balok untuk memancing sekaligus berenang.
Namun, derasnya arus sungai diduga membuat korban terseret hingga tenggelam. Setelah dilakukan pencarian oleh warga dan tim terkait, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB dalam keadaan tidak bernyawa.
Mendengar kabar duka tersebut, Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, langsung menyambangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Dalam kesempatan tersebut, Eva Dwiana yang akrab disapa Bunda Eva juga mengimbau kepada para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Kepada para orang tua, saya mengingatkan agar selalu menjaga dan mengawasi anak-anaknya, terlebih saat musim hujan seperti sekarang ini,” ujarnya.
Menurutnya, pengawasan orang tua sangat penting untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa, mengingat kondisi cuaca saat ini cukup sulit diprediksi.
“Kita tidak ingin ada lagi anak-anak yang menjadi korban akibat tenggelam atau terbawa arus sungai,” katanya.
Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Kota Bandar Lampung juga memberikan santunan sebesar Rp10 juta kepada keluarga korban untuk membantu pelaksanaan takziah.
Selain itu, Eva Dwiana juga telah menginstruksikan kepada para ketua RT, lurah hingga camat, bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), agar meningkatkan kesiapsiagaan terutama saat hujan turun, guna mengantisipasi potensi bencana di lingkungan masyarakat.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Radin Inten II Lampung memprediksi bahwa pada periode akhir Maret hingga April wilayah Lampung akan memasuki masa pancaroba, yakni peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.
Pada masa tersebut, masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat berdurasi singkat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang yang berpotensi terjadi pada waktu-waktu tertentu.
Red
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0