Di Tengah Polemik Genk Solo, Peluang Kapolri Antara Irjen Rudi dan Komjen Rudy Haryanto
mediakompass.id - Di Tengah Polemik Genk Solo, Peluang Antara Irjen Rudi dan Komjen Rudy Haryanto, Isu pergantian kapolri menyeruak di tengah polemik "Genk Solo".
Beberapa nama yang digadang-gadang pengganti Jenderal Listyo Sigit Prabowo semuanya berawalan R, salah satunya Komjen Rudy Haryanto Adinugroho dari FH Unila lulusan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Angkatan 1993.
Komjen Rudy Haryanto Adinugroho kini menjabat Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan. Lainnya, Sekretaris Utama Lemhanas Komjen RZ Panca Putra Simanjuntak, Irjen Kemenkumham Komjen Reynhard Saut Poltak Silitonga, dan Irjen Kementerian UMKM RI Komjen Raden Prabowo Argo Yuwono.
Menurut pengamat politik dan militer dari Universitas Nasional (Unas) Selamat Ginting melalui akun Youtube SGinting Official yang dikutip Senin (2/6/2025, Komjen Rudy Haryanto Adinugroho yang paling banyak diperbincangkan.
Namum, kata dia kepada Hersubeno Arief lewat Hersubeno Arief (Hersu), Komjen Rudy Haryanto Adinugroho kecil kemungkinan dengan alasan bukan dari Akpol dan sembilan bulan 12 hari lagi purnatugas. Hersu juga menilai peluangnya kecil.
Pendapat yang sama muncul dari Samsul Arifin, SH, MH, advokat lulusan Unila yang banyak beracara di Jakarta ini mengatakan enam bulan sebelum pensiun kapolri sudah harus sudah digantikan.
"Mustahil Komjen Rudy Haryanto Adinugroho diangkat jadi kapolri," kata Samsul Arifin, SH, MH lulusan Unila, advokat yang banyak beracara di Jakarta ini.
Selamet Ginting melihat kemungkinan kandidat kapolri juga bukan nama-nama di atas. Dia dan Hersu mendapatkan nama Irjen Rudi Darmoko yang baru dipercaya menjadi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 20 Mei 2025.
Menurutnya, meski sempat kurang terlihat selama masa kepemimpinan Sigit, Ginting menyoroti perjalanan karir Irjen Rudi Darmoko yang sempat berjalan lambat dibandingkan kawan-kawan seangkatanya.
Namun, Rudi nasibnya terkatung-kantung selama kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Padahal, Ginting menilai Rudi memiliki keunggulan karena merupakan lulusan terbaik Akpol angkatan 1993.
Ia pernah menjabat sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I di Sespim Lemdiklat Polri selama tiga tahun, dan membutuhkan waktu empat tahun untuk naik dari pangkat brigadir jenderal ke inspektur jenderal.
Ginting yakin Presiden Prabowo menginginkan kapolri yang bisa "bersih-bersih" di tubuh Polri. Rudi tidak memiliki kedekatan dengan Jenderal Sigit.
Ia memperkirakan Presiden Prabowo Subianto akan lebih memilih calon kapolri dari level bintang dua seperti Rudi Darmoko dibandingkan jenderal bintang tiga yang berpotensi memiliki hubungan erat dengan petahanan.
"Prabowo berusaha mencari figur yang tidak memiliki irisan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo," kata Ginting. Sehingga, kata Ginting, dari nama-nama jenderal bintang tiga yang muncul terlihat begitu dekat dengan Kapolri Sigit.
"Setidaknya mereka dekat karena sama-sama lulusan Akpol 1991," kata Ginting. Menurut Ginting, inisial R yang ramai diperbincangkan bukanlah berpangkat Komjen, tapi Irjen yang akan segera dipromosikan menjadi bintang tiga.
"Selanjutnya dilantik menjadi Kapolri dan setelah itu dijadikan bintang empat," kata Ginting.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0