Erupsi Gunung Anak Krakatau Masih Berlangsung, Pemprov Lampung Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada.

Sep 6, 2026 - 09:08
Sep 7, 2026 - 07:12
 0  7
Erupsi Gunung Anak Krakatau Masih Berlangsung, Pemprov Lampung Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada.

MediaKompass.id, BANDAR LAMPUNG, MEDIA KOMPASS — Pemerintah Provinsi Lampung meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda yang berdampak pada penyebaran abu vulkanik ke sejumlah wilayah Lampung.

Pada Minggu, 6 September 2026, Pemprov Lampung mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti informasi resmi dari instansi yang berwenang. 

Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berada di wilayah Kabupaten Lampung Selatan masih berstatus Level III atau Siaga. Erupsi menerus yang dimulai Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB disertai lava fountain, suara dentuman dan gemuruh. BNPB juga mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati kawasan gunung api untuk melihat maupun merekam aktivitas erupsi karena masih terdapat potensi lontaran material. 

Abu Vulkanik Mulai Dirasakan di Lampung

Sebaran abu vulkanik telah mencapai sejumlah wilayah Lampung. Analis Bencana BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, membenarkan debu yang muncul di sejumlah wilayah merupakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Masyarakat di wilayah yang terdampak diminta meningkatkan kewaspadaan, menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan. 

Kondisi sebaran abu juga menjadi perhatian terhadap kesehatan masyarakat. Abu vulkanik dapat mengganggu saluran pernapasan serta menyebabkan iritasi mata, sehingga masyarakat dianjurkan menggunakan perlindungan yang sesuai ketika berada di luar rumah.

Pemerintah Pantau Transportasi

Pemprov Lampung bersama instansi terkait juga terus memantau kondisi Selat Sunda dan jalur transportasi Merak–Bakauheni. Hingga laporan terbaru, layanan penyeberangan masih berjalan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, perairan dan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. 

Di sisi lain, sebaran abu vulkanik juga telah menjadi perhatian terhadap aktivitas penerbangan. Pemerintah dan otoritas terkait melakukan pemantauan kondisi udara serta keselamatan penerbangan sebelum menentukan langkah operasional lebih lanjut. 

Imbauan untuk Masyarakat Lampung

Media Kompass merangkum beberapa langkah penting bagi masyarakat:

1. Gunakan masker ketika berada di luar rumah.

2. Gunakan kacamata pelindung apabila terjadi hujan abu.

3. Kurangi aktivitas di luar ruangan saat abu meningkat

4. Tutup pintu dan jendela agar abu tidak masuk ke rumah

5. Jangan mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau

6. Jangan menyebarkan foto/video atau informasi yang belum terverifikasi.

7. Pantau informasi dari BPBD, PVMBG/Badan Geologi, BMKG, BNPB dan pemerintah daerah.

BNPB juga menekankan pentingnya sterilisasi radius 3 kilometer dari kawah aktif, kesiapan jalur evakuasi dan titik kumpul di wilayah pesisir. Masyarakat Banten dan Lampung diminta tidak panik terkait isu tsunami; evaluasi PVMBG menyebut pertumbuhan tubuh Anak Krakatau pasca-2018 masih relatif kecil sehingga tidak berpotensi mengalami keruntuhan masif pemicu tsunami. 

MEDIA KOMPASS: WASPADA, TAPI JANGAN PANIK

Media Kompass mengajak masyarakat Lampung, khususnya wilayah pesisir dan daerah yang terdampak abu vulkanik, untuk mengutamakan keselamatan keluarga.

Pastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi. Jangan mendekati zona bahaya hanya untuk mengambil gambar atau video.

MEDIA KOMPASS

AKURAT • BERINTEGRITAS

Penulis: REDAKTUR MEDIA KOMPASS

Dony The Lion Man

Minggu, 6 September 2026

#MediaKompass #GunungAnakKrakatau #ErupsiKrakatau #Lampung #Pesawaran #LampungSelatan #AbuVulkanik #BPBDLampung #PVMBG #BMKG #BNPB #InfoTerkini #BeritaLampung #DonyTheLionMan

What's Your Reaction?

Like Like 1
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0