Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Warga Pesawaran dan bandar Lampung Diminta Waspadai Abu Vulkanik

Sep 5, 2026 - 22:26
 0  31
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Warga Pesawaran dan bandar Lampung Diminta Waspadai Abu Vulkanik

PESAWARAN, MEDIA KOMPASS — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kembali meningkat. Berdasarkan laporan pemantauan pada Sabtu (5/9/2026), Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB.

Erupsi tersebut disertai fenomena lava fountain atau air mancur lava, serta terdengar suara dentuman dan gemuruh. Saat ini, status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga).

Meningkatnya aktivitas vulkanik tersebut menjadi perhatian bagi masyarakat di wilayah pesisir Lampung, termasuk Kabupaten Pesawaran. Abu vulkanik yang terbawa angin berpotensi mengganggu kualitas udara dan menimbulkan dampak terhadap kesehatan masyarakat.

Sejumlah laporan pada Sabtu (5/9) juga menyebutkan adanya hujan abu vulkanik di sejumlah wilayah Lampung. Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

PVMBG: Erupsi Tidak Berpotensi Memicu Tsunami

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini tidak berpotensi memicu tsunami.

Berdasarkan evaluasi PVMBG, tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali setelah peristiwa runtuhnya sebagian tubuh gunung pada 2018 masih relatif kecil. Kondisi tersebut dinilai belum berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada dan mengikuti rekomendasi keselamatan yang telah dikeluarkan.

PVMBG merekomendasikan agar masyarakat, wisatawan, dan nelayan tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas atau kawah Gunung Anak Krakatau.

Warga Pesawaran Diminta Waspadai Abu Vulkanik

Masyarakat Kabupaten Pesawaran yang merasakan atau terdampak abu vulkanik diimbau melakukan sejumlah langkah pencegahan.

Di antaranya menggunakan masker ketika berada di luar ruangan, mengenakan kacamata pelindung untuk mengurangi risiko iritasi mata, serta menutup pintu dan jendela rumah agar abu tidak masuk.

Masyarakat juga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika terjadi hujan abu, membersihkan wajah dan tubuh setelah beraktivitas di luar rumah, serta memperbanyak minum air putih dan menjaga kondisi tubuh.

Selain itu, masyarakat diminta terus memantau perkembangan situasi melalui sumber informasi resmi, seperti BPBD, PVMBG, BMKG, dan pemerintah daerah.

Media Kompass mengajak masyarakat Kabupaten Pesawaran dan wilayah Lampung lainnya untuk tetap tenang, tidak panik, serta mengutamakan keselamatan diri dan keluarga.

Waspada bukan berarti panik. Pastikan setiap informasi yang diterima berasal dari sumber resmi dan dapat dipertanggung  jawabkan.

( Rilis Dony )

What's Your Reaction?

Like Like 1
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0