PEREMPUAN HARUS JADI AKTOR UTAMA PEMBANGUNAN, IMELDA: BUKAN LAGI SEKADAR DIBERI RUANG

Apr 21, 2026 - 12:34
 0  6
PEREMPUAN HARUS JADI AKTOR UTAMA PEMBANGUNAN, IMELDA: BUKAN LAGI SEKADAR DIBERI RUANG

Mediakompass.id, Bandarlampung – Peran perempuan sebagai pelengkap zaman dinilai sudah tidak relevan lagi. Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Imelda, menegaskan bahwa perempuan masa kini harus tampil sebagai aktor utama dalam pembangunan, bukan sekadar berada di pinggiran.

Momentum Raden Ajeng Kartini menjadi refleksi bahwa perjuangan perempuan telah memasuki fase baru. Jika dahulu fokus pada membuka akses, kini perempuan dituntut untuk menguasai ruang, memimpin, dan menentukan arah kebijakan.(21/04/2026)

“Perempuan tidak cukup hanya diberi ruang, tapi harus berani mengambil kendali. Ini era kompetisi, siapa yang siap, dia yang akan memimpin,” tegas Imelda, 

Menurutnya, tantangan perempuan saat ini tidak lagi sebatas diskriminasi, melainkan peningkatan kualitas diri agar mampu bersaing di berbagai sektor strategis seperti ekonomi, pendidikan, hingga politik.

Ia menyoroti sektor ekonomi sebagai salah satu bidang penting yang harus dikuasai perempuan. Imelda mendorong lahirnya perempuan mandiri yang mampu menciptakan peluang serta membuka lapangan kerja.

“Kalau perempuan kuat secara ekonomi, keluarga juga akan kuat. Dampaknya langsung ke kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya dukungan kebijakan dari pemerintah. Akses terhadap permodalan, pelatihan, serta perlindungan usaha dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat peran perempuan di sektor ekonomi.

Selain itu, Imelda juga mengingatkan pentingnya keberanian perempuan untuk masuk ke ruang-ruang pengambilan keputusan. Tanpa keterlibatan aktif, suara perempuan berpotensi terus tertinggal.

“Jangan takut tampil. Perempuan harus ada di meja kebijakan, bukan hanya jadi objek kebijakan,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Imelda menegaskan bahwa semangat Kartini saat ini bukan lagi sekadar emansipasi, melainkan keberanian untuk naik kelas dan mendominasi peran dalam pembangunan.

“Ini bukan lagi soal emansipasi, tapi dominasi peran. Perempuan harus jadi kekuatan utama perubahan,” pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0