Tulang Bawang Menuju Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru, Media Kompass Siap Kawal Pembangunan dari Desa hingga Kabupaten
TULANG BAWANG — Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, memasuki fase penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan. Potensi investasi, pertanian, industri berbasis komoditas lokal hingga pengembangan kawasan ekonomi biru menjadi sejumlah sektor strategis yang dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat perekonomian daerah.
Berdasarkan data yang disampaikan, pertumbuhan ekonomi Tulang Bawang pada 2025 mencapai 5,14 persen. Pada periode yang sama, tingkat kemiskinan tercatat turun menjadi 7,54 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka berada di angka 3,19 persen.
Capaian tersebut menjadi modal penting bagi daerah. Namun, pertumbuhan ekonomi juga perlu dilihat dari seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat, terutama di tingkat desa.
Investasi Harus Berdampak bagi Masyarakat Lokal
Sektor investasi menjadi salah satu indikator penting dalam melihat perkembangan ekonomi Tulang Bawang.
Realisasi investasi pada 2025 tercatat sekitar Rp648,41 miliar, atau mencapai 184,21 persen dari target Rp352 miliar.
Besarnya realisasi tersebut menjadi peluang bagi daerah untuk memperluas lapangan kerja, memperkuat UMKM serta membuka rantai ekonomi baru bagi masyarakat.
Karena itu, investasi tidak cukup hanya dilihat dari besarnya nilai modal yang masuk. Dampaknya terhadap tenaga kerja lokal, pelaku UMKM, petani, dan masyarakat di sekitar kawasan investasi juga perlu menjadi perhatian.
Pertanian Tetap Menjadi Kekuatan Ekonomi
Tulang Bawang memiliki basis ekonomi yang kuat di sektor pertanian dan perkebunan. Padi, jagung, singkong serta berbagai komoditas perkebunan menjadi bagian penting dalam menopang aktivitas ekonomi masyarakat.
Tantangan berikutnya adalah bagaimana komoditas tersebut tidak hanya dijual sebagai bahan mentah.
Pengembangan pertanian modern, hilirisasi dan pengolahan hasil pertanian dapat menjadi peluang untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat posisi petani dalam rantai ekonomi.
Dengan pengelolaan yang tepat, sektor pertanian dapat menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya industri rumah tangga dan UMKM berbasis komoditas lokal.
Ekonomi Biru Rawajitu Jadi Peluang Strategis
Potensi ekonomi biru di kawasan Rawajitu juga menjadi isu strategis yang layak mendapat perhatian publik.
Pengembangan kawasan yang mencakup Rawapitu, Rawajitu Selatan, Rawajitu Timur dan Dente Teladas memiliki peluang untuk mengintegrasikan sektor perikanan, pertanian dan peternakan.
Rencana pengembangan kawasan industri serta dukungan pelabuhan juga dapat membuka peluang ekonomi baru apabila direncanakan secara matang dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
Pengembangan kawasan tersebut tentunya membutuhkan konektivitas, infrastruktur, kepastian tata ruang, investasi yang sehat serta perlindungan terhadap keberlanjutan lingkungan.
Infrastruktur Harus Terhubung dengan Pertumbuhan Ekonomi Desa
Pembangunan infrastruktur menjadi faktor penting dalam membuka akses ekonomi masyarakat.
Pembangunan jalan dan konektivitas wilayah tidak semata-mata dinilai dari panjang ruas atau nilai pekerjaan, tetapi juga dari dampaknya terhadap mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, pelayanan kesehatan serta aktivitas perdagangan.
Salah satu contoh yang menjadi perhatian adalah pengerjaan ruas Jalan Gedung Aji–Umbul Mesir yang diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus aktivitas ekonomi dan pertanian.
Infrastruktur yang baik pada akhirnya harus mampu memperpendek jarak ekonomi antara desa dengan pusat-pusat perdagangan dan pelayanan.
Media Kompass: Mengawal Pembangunan, Bukan Sekadar Memberitakan
Di tengah berbagai peluang dan tantangan pembangunan tersebut, keberadaan media lokal memiliki posisi penting sebagai ruang informasi sekaligus kontrol sosial.
Rilis mediakompass.id
(02) Doni
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0