Mentan Andi Amran Sulaiman Siapkan Mentor dan Pendamping untuk Petani Milenial Wujudkan Swasembada Pangan

Apr 23, 2025 - 00:18
Apr 23, 2025 - 00:22
 0  5
Mentan Andi Amran Sulaiman Siapkan Mentor dan Pendamping untuk Petani Milenial Wujudkan Swasembada Pangan

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa swasembada pangan Indonesia dapat terwujud dengan melibatkan petani milenial yang terampil dan didukung teknologi pertanian modern. 

"Kunci keberhasilan swasembada pangan terletak pada generasi muda. Dengan keterlibatan petani milenial, teknologi modern, dan sumber daya alam yang kita miliki, saya yakin kita bisa melampaui target," ujar Amran dengan penuh keyakinan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pembukaan acara Workshop Manajemen Pendampingan Brigade Pangan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Ragunan, Jakarta Selatan, pada Rabu (20/11). Dalam kesempatan ini, Mentan Amran juga mengungkapkan rencana besar untuk mengoptimalkan lahan rawa (OPLAH) di 12 provinsi strategis yang memiliki potensi besar untuk mendukung peningkatan produksi pangan, khususnya beras.

Brigade Swasembada Pangan yang akan beroperasi di provinsi-provinsi seperti Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan, akan melibatkan 15 petani milenial untuk mengelola 200 hektare lahan secara terstruktur dan terintegrasi.

"Brigade Swasembada Pangan adalah langkah strategis untuk mengoptimalkan lahan rawa. Dengan tata kelola lahan dan tata air yang baik, serta pendampingan yang intensif, kita yakin produktivitas bisa meningkat hingga tiga kali tanam setahun," jelas Mentan Amran.

Program ini juga akan didukung oleh 400 pendamping yang merupakan pegawai Kementan terpilih, serta 50 mentor yang terdiri dari penyuluh, dosen, guru, dan widyaiswara. Dalam acara tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa pendampingan yang efektif sangat penting dalam memastikan keberhasilan petani milenial. 

"Masa depan pertanian ada di tangan kalian. Kalian adalah agen perubahan yang akan membawa Indonesia menuju swasembada pangan dan bahkan menjadi lumbung pangan dunia," ungkap Amran kepada para peserta workshop.

Kementan berkomitmen untuk memantau secara rutin kinerja brigade pangan di lapangan dan mengukur keberhasilan berdasarkan peningkatan produktivitas padi minimal 5 juta ton per hektare dan pendapatan petani yang diharapkan mencapai di atas 10 juta rupiah per bulan. 

"Dengan kerja keras, mereka bisa meraih pendapatan hingga 20 juta rupiah per bulan. Hal ini tentunya akan memotivasi generasi muda untuk menjadi petani yang berdaya saing tinggi," ujar Amran.

Untuk mendukung keberhasilan program ini, setiap brigade pangan akan menerima hibah sebesar Rp3 miliar, yang mencakup alat dan mesin pertanian modern, serta benih unggul. Dengan fasilitas lengkap dan pelatihan intensif, Mentan Amran yakin petani milenial akan berhasil mencapai target-target yang telah ditetapkan. "Semua fasilitas sudah kami siapkan. Tidak ada alasan untuk gagal. Dengan kerja keras, Indonesia tidak hanya bisa swasembada pangan, tetapi juga menjadi lumbung pangan dunia," tegasnya dengan penuh semangat.

Kepala Badan Penyuluhan dan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, yang juga hadir dalam acara tersebut, mengungkapkan bahwa hingga kini sudah terbentuk lebih dari 1.500 brigade pangan yang tersebar di 12 provinsi. Setiap pendamping bertugas mengawasi dan mendampingi lima brigade pangan. 

"Melalui workshop ini, para calon pendamping setidaknya bisa memahami dan menerapkan konsep pertanian modern di wilayahnya masing-masing," ujar Santi.Mentan Andi Amran Sulaiman Siapkan Mentor dan Pendamping untuk Petani Milenial Wujudkan Swasembada Pangan

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0